Kemarin saya sekeluarga pergi ke sentra olahraga yang terkenal di Bandung. SABUGA: Sasana Budaya Ganesha yang berlokasi di daerah Tamansari ITB Bandung. Ya, ini adalah hall, tapi juga ada tempat olahraga-nya, ada jogging track, swimming pool, tennis court, soccer training place, etc. Nah, tadi pagi itu kita datang bawa sepasang peralatan untuk badminton. Setalah jogging bentar, berhentilah kita di salah satu sisi, karena ponakan-ponakan saya mau main bola. Lalu, saya dan kakak perempuan saya mainlah itu si badminton. Baru aja main 5 menit-an, datanglah itu petugas berseragam biru muda - biru tua, tiba-tiba memperingatkan, "Maaf nggak boleh main bulu tangkis di sini!" Ya saya tanya, "Terus bolehnya di mana?" Si Petugas, "Apa ada lihat di sini ada yang main bulu tangkis?" Saya dan kakak, "Ya nggak ada, tapi kan biasanya juga kita dan banyak yang lainnya main badminton di sini." Si Petugas, "Iya, sekarang sudah nggak boleh, di sini sudah disesuaikan tempat-tempatnya, ada kolam renang untuk berenang, tempat futsal untuk futsal, tempat latihan bola, untuk anak-anak latihan sepakbola gitu." Saya, "Oh... Jadi sekarang sudah nggak boleh toh OLAHRAGA badminton di sini?" Si Petugas tanpa basa-basi pergi aja gitu... Nah, dalam hati saya bingung (ada diomongin ke kakak saya juga seh...) sebenarnya ini tempat olahraga apa bukan? Bukannya badminton juga salah satu jenis olahraga ya? Kita juga nggak main di sembarang tempat, kita di samping, di tempat yang sepi koq. Terus, ngapain itu petugas pake ngejelasin fasilitas olahraga yang tersedia serta gunanya, GUE JUGA TAU KALEEEEE....!!! Nah, kenapa nggak ada lahan untuk latihan bulu tangkis? Sedangkan untuk renang, jogging, sepakbola, futsal, tenis, fitness, dan lainnya ada? Nah, saking bete-nya pulanglah kami... Eh pas mau keluar arena jogging track malah lihat ada yang jualan emperan buku-buku gitu, banyak banget and ngabisin setengah bagian jogging track. Lho, koq mereka dibolehin yah? Malah yang MAU OLAHRAGA DI TEMPAT OLAHRAGA nggak dibolehin?? Aneh-aneh-aneh-aneh... Nah, masalah ini mau saya layangkan ke surat pembaca Pikiran Rakyat ahh... Yah, kalo memang nggak boleh main badminton tolong ditulis peraturannya dengan jelas, dan kalo ada yang main badminton jangan dilarang gitu aja, dijelaskan donk...!!! Note: saya jadi benci banget sama Sabuga deh, bisa-bisa nggak lagi-lagi ke sana :S
Regards,
Fajar G. Destiawan Sent from my Windows Mobile® phone with System SEVEN.

No comments:
Post a Comment